Siapa Yang Hilang?

JOHN NABEN1

Gambaran dari kebaikan bapa ini merupakan satu gambaran dari kebaikan Allah sendiri. Mungkin bapa manusia akan menerima Si Bungsu dengan teguran keras dan luapan kemarahan yang memerah. Bapa manusia mana yang begitu bebas dari rasa marah terhadap sebuah kesalahan yang menyakitkan hati, langsung berpesta dan merayakan perbuatan jahat yang dibuat oleh anaknya? Mustahil!

Dan apa yang terjadi pada manusia tidak terjadi pada Allah. Allah itu Bapa yang penuh dengan belas kasihan dan pengampun. Bagi Allah, tobat adalah pengampunan. Sedangkan bagi manusia, tobat berarti memberi kesempatan kepada Allah untuk merasa bahagia bahwa DIA bisa mengampuni dosa kita. Tobat dan pengakuan adalah satu kesempatan di mana kita menghadirkan Allah sebagai Bapa yang Berbelaskasih dan pengampun.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tetapi sikap Si Sulung berbeda dengan sikap bapanya. Dia menolak adiknya dan juga memberontak terhadap bapanya. Penolakkan ini ditunjukkan dengan sikap-sikap berikut ini: tidak mau masuk rumah; menolak untuk tidak mengambil bagian dalam pesta penyambutan adiknya yang telah disiapkan oleh bapanya; memberontak terhadap bapanya dengan memberi penilaian bahwa bapanya tidak adil dalam memperlakukannya (Bdk. Luk. 15:25-29).

Melihat sikap dari Si Sulung ini, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kedua anak ini adalah anak yang hilang. Sebab, saat Si Bungsu pergi meninggalkan rumah, dia adalah anak yang hilang. Dan pada saat Si Bungsu kembali ke rumah, Si Sulung menjadi ‘anak yang hilang’.

Ada tiga alasan yang menjadikan Si Sulung dikatakan menjadi ‘anak yang hilang’ dan serentak menjadi tiga ‘kesalahan’ yang dibuat oleh Si Sulung dalam kisah ini; Pertama, dia tinggal bersama bapanya di rumah namun tidak mengenal bapanya. Dia memang tidak lari atau keluar dari rumah. Tetapi secara batin, dia tidak dekat dengan bapa dan saudaranya yang adalah adiknya sendiri. Dia tidak bisa menerima pengampunan yang diberikan oleh bapanya kepada adiknya. Biar dia selalu dekat dengan bapanya, namun dia tidak akrab dengan bapanya. Hidupnya terpisah dari bapanya, disertai dengan rasa dendam dan cemburu dengan adiknya. Si Sulung, tidak mau rukun kembali dengan adiknya. Ia tipe orang yang ada bersama dengan orang lain tetapi tidak akrab dalam pergaulan dengan sesama.

Pos terkait