Kecuali itu. Tak jarang pula. Secara kebetulan. Sesekali potensi wisata itu perkenalkan ke ruang publik. Pada moment-moment tertentu. Saat-saat tampak yang terkesan bernyawa. Selanjutnya? Belum diberdayakan maksimal agar berdampak luas bagi daerah dan masyarakat setempat.
Akhir-akhir ini. Bersyukurlah. Pemerintah Manggarai Timur mulai melirik potensi itu. Meski belum disentuh lebih dalam dan akrab. Jauh terjangkau. Dikelola lebih elegan. Lebih profesional. Lebih bermartabat. Yang ada masih sebatas inventaris. Meski, sesekali ada perhatian lebih, lalu hilang lagi. Belum berkelanjutan, terencana dan terukur. Dan ini, memang, kita harus akui Manggarai Timur daerah baru. Nalar pembangunan di daerah baru selalu dalam napas ini. Bertahap pelan dan berkelanjutan. Terencana dan terukur. Sesuai kemampuan sehingga dampaknya jelas dan menyentuh.
Watu Susu Rongga merupakan salah satu peninggalan sejarah. Terletak di lembah Sambi Lewa-Palehoza, Dusun Mausui, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT.
Lokasi itu berdempetan dengan padang savanna. Tak jauh dari bibir pantai Selatan. Sekitar 6 KM arah Barat Waelengga, pusat Ibukota Kecamatan Kota Komba. Atau 20-an KM arah Timur dari Kota Borong, Ibukota Kabupaten Manggarai Timur..
Perjalanan ke sana dapat ditempuh dua arah. Timur dan Barat. Dari arah Timur tidak rumit. Enteng saja. Berangkat dari Waelengga bisa menggunakan kendaraan apa saja. Mobil jadi. Sepeda motor, ok. Jika menggunakan sepeda dayung juga bukan perkara sulit. Lebih enjoi lagi.







