Sambilewa,  Jejak  Keramat Melukis Makna

Menhir Sambilewa
Batu megalit peninggalan leluhur di Sambilewa. Foto/ist

Seturut kisah Markus Bana dan  Simon Liko. Ketika di medan perang konsentrasi Jawa Tu Nai Patty hanya tertuju pada Nda Ne’e Panga. Beberapa warga Todo membantunya untuk memastikan sosok Nda Ne’e Panga itu.

Saat mendatangi lokasi perang, Nda Ne’e Panga menunggang kuda jantan putih. Lengkap dengan peralatan perang. Pimpin pasukan tempur dari Cibal. Seketika itulah Jawa Tu Nai Patty melepaskan satu tembakan menggunakan butir peluru emas Ana Ndeo itu. Dua..ar, Nda Ne’e Panga pun jatuh tersungkur bersama kuda jantan putih tunggangannya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Selanjutnya, pasukan Todo secara enteng menyerang habis-habisan pasukan Cibal. Tiada maaf… Membakar semua rumah dan membunuh seluruh warga. Membumihanguskan perkampungan Cibal. Sejak saat itulah  Cibal dinyatakan kalah. Kekuasan raja pun tetap bertahta di Todo.

Yang berhasil meloloskan diri hanya seorang gadis perawan. Gadis itu diselamatkan karena memohon kepada pimpinan perang pasukan Todo agar tidak dibunuh. Diceritakan, gadis itu sangat cantik. Gadis sempurna. Sang gadis bersedia dijadikan apa saja. Asalkan dizinkan  tetap hidup. Permintaan sang gadis  pun dikabulkan. Gadis tersebut  dibawa ke Todo.

Sesuai rencana semula. Setibanya di Todo, gadis tersebut akan dipersembahkan bagi pimpinan pasukan perang. Raja Todo. Tetapi Raja Todo  keberatan. Tidak tega. Tidak bersedia menjadikan gadis itu sebagai istrinya. Sempat juga  ditawarkan kepada Jawa Tu Nai Patty memperistrikan gadis itu. Atau dijadikan pelayan. Tetapi Jawa Tu Nai Patty menolaknya.

Karena itu disepakati. Sebab  dibiarkan hidup layaknya sebagai warga biasa  khawatir akan jadi sasaran empuk Raja Bima. Maka  gadis malang itu pun dibunuh. Lalu  dikuliti tubuhnya. Kulit tubuh bagian perut dijadikan gendang. Gendang keramat yang dibabtis dengan nama ‘Loke Nggerang’. Gendang  bersejarah warisan pusaka Todo. Saat ini gendang itu masih abadi di rumah adat Todo.

Pos terkait