Kelima, di semua paroki yang ditangani SVD, selalu ada tugas-tugas rangkap. Saya sendiri misalnya pernah selama hampir 9 tahun sebagai pastor paroki bekerja sama dengan seorang bruder asal Belgia untuk melayani satu paroki dengan 55 kapela (baca: Stasi).
Selain tugas-tugas pastoral dalam paroki, saya juga ditunjuk untuk membantu SVD sebagai promotor aksi panggilan 2 tahun, kemudian dipilih sebagai Sektearis Misi SVD di Amazon selama 8 tahun. Bahkan tiga tahun terakhir selain sebagai Sekretaris Misi SVD di Amazon ditunjuk juga untuk mengkoordinir kegiatan Animasi Misi bersama semua Sekretaris Misi SVD se-Benua Amerika. Tugas lain yakni sebagai satu dari para moderator Pastoral Kaum Muda (OMK) dalam beberapa keuskupan. Praktisnya 2 tahun setelah tiba, saya memang mempunyai kebahagiaan tersediri di bidang karya ini selama kurang lebih 15 tahun.
Keenam, untuk tugas misi ke pedalaman atau di luar kota, dengan medannya yang tidak gampang. Di musim kemarau, lapisan debu yang tebal sampai bisa setinggi roda kendaraan truk sehingga menciptakan awan debu yang menghambat penglihatan kita. Sebaliknya di musim hujan jalan menjadi berlumpur seperti yang dilihat dalam foto kisah sebelumnya.

Di musim hujan dan jalan berlumpur, kendaraan tertanam bisa selama berhari-hari atau bisa juga berbulan dan jarak lumpurnya bisa sejauh belasan kilometer. Sebagai akibat, banyak kecelakaan terjadi baik musim kemarau atau musim hujan. Belum lagi kalau jalan-jalan atau jembatan-jembatan terputus. Karena itu sarana transportasi untuk karya pelayanan yang tersedia adalah kendaraan darat dan sungai. Selain “sendal jepit” yang selalu siap untuk jalan kaki kalau memang medannya tidak bisa dijangkau dengan kendaraan atau karena kendaraannya rusak atau macet.







