Ketujuh, untuk karya pastoral wilayah sungai dan danau ada lain lagi ceritanya. Banyak komunitas di Amazon, terletak di pinggir sungai atau danau yang dikelilingi rawa-rawa. Dalam air tawar hidup ribuan jenis dan ukuran ikan. Contohnya ikan piranha (bacaa: piranya) yang buas dan bisa memakan manusia. Juga ada banyak binatang besar dan kecil yang buas, berbisa dan juga jenis-jenis serangga yang mematikan. Contohnya anaconda, jenis buaya yang disebut “JACARÉ AÇU” (baca: Jakareasu) yang berukuran 6 atau 7 meter panjangnya. Nyamuk malaria dan jenis nyamuk lain yang sangat mengganggu ketentraman orang. Selain ular besar, ada begitu banyak ular sedang atau kecil yang sangat berbisa yang kalau memagut seseorang dan tidak segera dibantu, orangnya bisa lumpuh atau mati.
Kedelapan, salah satu kegiatan yang awalnya hanya sekadar hobi, akhirnya menjadi tugas penting dalam mewartakan Sabda Allah yakni membawakan siaran di studio radio dengan jangkauan lokal. Konteksnya mencakup banyak aspek kehidupan masyarakat.
Kesembilan, masih tentang wilayah sungai, masyarakat hidup sesuai irama musim. Pada musim hujan permukaan air akan naik dan menggenangi rumah-rumah penduduk yang berbentuk rumah panggung. Akibatnya bisa selama lima bulan penduduk terpaksa bertahan saja atau mengungsi ke daerah yang jauh dari sungai dan danau dan kembali lagi para musim kemarau saat air mulai turun.
Kesepuluh, umat atau masyarakat di Amazon atau Brazil pada umumnya terdiri dari tiga ras besar yakni orang suku asli Indian, orang migran dari Eropa dan orang turunan Afrika pada masa perbudakan. Sifat orang-orang hasil percampuran ketiga ras ini memang boleh dibilang mirip-mirip orang Indonesia atau Asia. Di satu pihak sangat jelas sikap menghargai para pemimpin gereja, ramah, terbuka berdialog dengan siapa saja, luwes, solider dengan sesama, cepat menjadi akrab dalam persahabatan, bersedia membantu, suka menikmati hidup dengan pesta-pesta dan masih banyak lagi. Di lain pihak ada juga sikap cuek, acuh tak acuh, tidak segan-segan melawan dan mengeritik secara tegas dan langsung para pemimpin masyarakat dan agama.







