Cerita Dari Tanah Misi: 25 Tahun Belajar, Berdialog dan Melayani

dengan anak muda

Ketujuh, untuk karya pastoral  wilayah sungai  dan danau  ada lain lagi  ceritanya.  Banyak  komunitas  di Amazon, terletak di pinggir sungai atau danau  yang  dikelilingi rawa-rawa. Dalam air tawar hidup  ribuan jenis dan ukuran  ikan. Contohnya ikan  piranha (bacaa: piranya)  yang  buas dan bisa memakan manusia. Juga ada banyak  binatang besar  dan kecil yang buas, berbisa  dan juga  jenis-jenis serangga yang  mematikan. Contohnya  anaconda,  jenis buaya yang disebut “JACARÉ AÇU” (baca: Jakareasu) yang berukuran  6 atau 7 meter panjangnya. Nyamuk  malaria dan jenis nyamuk lain yang sangat  mengganggu ketentraman  orang. Selain ular besar, ada begitu banyak ular  sedang atau kecil  yang sangat  berbisa  yang kalau  memagut  seseorang dan tidak segera dibantu, orangnya bisa  lumpuh  atau mati.

Kedelapan, salah satu kegiatan yang awalnya hanya sekadar  hobi, akhirnya  menjadi  tugas penting  dalam  mewartakan  Sabda Allah yakni  membawakan siaran di studio radio dengan jangkauan  lokal. Konteksnya  mencakup  banyak aspek kehidupan masyarakat.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kesembilan, masih tentang wilayah sungai, masyarakat  hidup sesuai irama  musim. Pada musim hujan permukaan air akan naik dan  menggenangi  rumah-rumah penduduk  yang berbentuk rumah panggung. Akibatnya  bisa selama  lima  bulan penduduk   terpaksa bertahan saja atau mengungsi  ke daerah yang jauh dari  sungai dan danau dan kembali lagi para musim kemarau saat   air mulai turun.

Kesepuluh, umat  atau masyarakat di Amazon  atau Brazil pada umumnya  terdiri dari tiga ras besar yakni  orang suku asli Indian, orang  migran dari Eropa dan  orang  turunan Afrika  pada masa perbudakan. Sifat  orang-orang hasil percampuran ketiga ras ini memang  boleh dibilang mirip-mirip orang  Indonesia  atau Asia. Di satu pihak sangat  jelas sikap   menghargai   para pemimpin gereja, ramah, terbuka berdialog dengan  siapa saja, luwes, solider dengan sesama, cepat menjadi akrab dalam persahabatan,  bersedia  membantu, suka menikmati hidup dengan pesta-pesta  dan masih banyak lagi. Di lain pihak  ada juga sikap cuek,  acuh tak acuh, tidak  segan-segan melawan  dan mengeritik  secara tegas  dan langsung  para pemimpin masyarakat dan agama.

Pos terkait