
Kesebelas, sedikit soal agama yang dianut selain agama-agama asli, ada Kristen Katolik dan Kristen Protestan atau yang disebut gereja-gereja neo pentekost akibat pengaruh kuat dari Amerika Serikat atau Amerika Utara dan masih ada gereja-gereja kristen yang muncul dalam negara. Orang-orang di Amazon seperti Brazil pada umumnya kuat berdevosi kepada orang-orang kudus atau santu dan santa; seperti kata mereka kuat membuat janji atau “promesa” atau orang nagi – Larantuka sebut “pérmésa” kepada Tuan Ma.
Karena itu tidak heran kalau mereka suka membuat perarakan patung orang kudus tiap kali ada pesta pelindung komunitas, paroki atau keuskupan selama satu atau dua pekan. Sampai-sampai ada kesan Tuhan Yesus yang ada di tabernakel di nomorduakan saat masuk ke gereja karena mereka langsung berdoa di depan patung santo atau santa.
Kedua belas, masih soal kehidupan beragama. Karena negara menganut kebebasan yang seluas-luasnya, awal-awal setelah tiba di sini saya heran dan terus bertanya mengapa pada hari Minggu lebih banyak orang berbondong-bondong ke tempat rekreasi seperti pantai-pantai, sungai pada musim kemarau, lebih lagi ke tempat ada bola dan cuma sedikit saja orang yang ke gereja? Atau mengapa setiap kali pesta Natal dan Paskah sedikit orang yang ke gereja? Kenyataan lain, rata-rata orang mengakui diri Katolik tetapi terbanyak non aktif.







