Benarlah kata Pengkotbah dalam Alkitab Kristen, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah kolong langit ada waktunya” (Pkh 3:1).
Ada saat kita berkuasa, ada saatnya kita mesti meletakkan kuasa dan jabatan itu. Kita hanya perlu hati yang tak boleh mati-matian terlekat pada kuasa, jabatan dan segala ketenaran di hari silam. Tentang kuasa, dan tentang ingin jadi yang pertama dan terbesar, ingatlah kata-kata Yesus dari Nazaret, Tuhan dan Guru, “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya. Barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu” (Mat 20:26-26).
Beruntunglah orang yang memeterai kuasa dan jabatannya dengan ketulusan dalam kepelayanan, dan terutama dengan kerendahan hati. Yakinlah ia pasti tak terjebak dalam rawa-rawa Post-Power Syndrome.
Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro – Roma







