Tercatat beberapa ucapan belasungkawa dan testimoni dari beberapa petinggi Negara dan pemimpin. Di antaranya, dari Presiden Negara Republik Indonesia, Prabowo Subianto: “Dunia kembali kehilangan sosok panutan yang punya komitmen besar kepada perdamaian, kemanusiaan dan persaudaraan. Kunjungannya ke Jakarta tahun lalu telah memberi kesan mendalam. Tidak hanya di kalangan umat Katolik, namun di hati seluruh masyarakat Indonesia. Kesederhanaan, pluralisme, keberpihakan pada orang miskin, kepedulian kepada sesama akan selalu jadi teladan bagi kita semua. Selamat jalan Sri Paus. Pesanmu untuk menjaga kemanusiaan dan perdamaian akan selalu membekas di hati kami.”
Mengutip Stefan, misonaris Fidei Donum di Swiss, di media sosialnya (21/04/2025), bahwa para mantan Presisden AS dan juga Donald Trump, presiden sekarang, juga memberikan kesaksian mereka tentang Paus Fransiskus. Satu di antaranya, Barack Obama dan istrinya Michelle mengungkapkan: “Paus Fransiskus adalah pemimpin langka. Dia membuat kita ingin menjadi lebih baik dan mengingatkan kita, bahwa kita semua terikat oleh kewajiban moral kepada Tuhan dan sesama”.
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva menulis: “Saat ini umat manusia kehilangan suara rasa hormat dan belas kasih. Dalam kesehariannya Paus Fransiskus mengajarkan dan menghayati nilai-nilai dasar ajaran Kristen yaitu cinta, toleransi dan solidaritas.
Pemimpin Spiritual Tibet, Dalai Lama, mengungkapkan: Fransiskus mendedikasikan dirinya untuk melayani sesama. Melalui tindakannya, ia menunjukkan cara menjalani kehidupan yang sederhana, namun bermakna. Penghormatan terbaik yang dapat kita berikan kepadanya adalah menjadi pribadi yang baik hati, semampu kita melayani sesama di mana pun dan cara apa pun”.







