Sudah saatnya kita menegaskan kembali hierarki yang benar dalam demokrasi. Rakyat adalah Tuan, dan DPRD adalah Wakil. Jangan biarkan Wakil mengambil alih palu keputusan dari tangan Tuan. Biarkan rakyat, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, menentukan sendiri siapa yang layak memimpin mereka. Karena dalam demokrasi, suara rakyat—betapapun riuhnya—adalah satu-satunya sumber legitimasi yang sejati. Membungkam suara itu dengan mengalihkannya ke ruang sidang parlemen adalah pengkhianatan terhadap amanat reformasi dan prinsip keterbukaan.
* Penulis, warga Kota Kupang






