Retret, Bernazar Populis di Lembah Tidar

vinsen a hayon

Dalam pertemuan secara personal dan komunal dengan “Sang Asal” inilah lahir kesediaan untuk mendengarkan apa kata “Sang Asal”,  tentang apa yang dikehendaki-Nya untuk yang sekarang di sini (saat retret itu).

Realisasi di ujung retret adalah pengakuan (credo) murni, bahwa “Sang Asal  adalah Omnia  Gloriam, Omni potens, Omni science dan omni presence, yang perwujudannya tertuang dalam kolaborasi perjuangan untuk kemaslahatan (sesama, diri, dan lingkungan).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Orthopraksis dari credo dapat berupa nazar. Retret dalam arti demikian menginspirasi (juga mencahayakan) kegiatan retret kepala daerah, dan Asep mengaskan dalam tulisannya, bahwa “Dalam bingkai pemerintahan Prabowo-Gibran, retret ini mejadi bagian integral dari ritual Negara”.

Retret usai dan para pemimin-pejabat daerah pulang ke daerahnya. Rakyat menyambut meriah dan dihantar memasuki “istananya”. Tersemat nazar yang kuat dan niat tulus melayani, dibawa serta pulang ke daerah. Saat ini, “They place theirself at the service of his nation.” Mereka menempatkan diri menjadi pelayan warga bangsanya.

Pertanyaan lanjutnya, “Apakah retret yang dilaksanakan dan dijalankan ini sungguh menjadi starting point dan support system untuk aksi nyata apa yang dinazarkan selama periodesasi jabatan kepemimpinan? Rakyat menanti.

Retret Berbuah Pemahaman Baru

Kisah Einstein bertopik “Pemimpin terpilih dan “Trik” Einstein” (kabantt.id, 9/2/2025), dapat menjadi inspirasi untuk tugas dan karya masing-masing orang. Ada juga sejumput pemahaman baru yang dapat dielaborasi.

Pos terkait