Retret, Bernazar Populis di Lembah Tidar

vinsen a hayon

Ini bukti pemimpin-pejabat dewasa intelek, dan jauh dari sikap bertahan secara logik intelektual. Ia telah fungsikan telinga, hati dan mulut bagaikan seorang murid yang suka mendengar dan menyimpan informasi-informasi di dalam hati sehingga manakala “membuka mulut” maka yang diucapkan adalah kata-kata bijak, penuh ketegasan yang menciptakan peluang untuk solusi masalah-masalah.

Seperti Einstein, mendengarkan tawa mengejek, juga baik. Untuk pemimpin-pejabat mengajarkan supaya sadar posisi tidak sebagai sosok pendikte dan otoritarian tetapi berpihak pada rakyat (populis) tanpa “neko-neko”. Ini bukti pemimpin yang lahir dari, oleh dan untuk rakyat.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Mengutip ucapan Keneth Blanchard, seorang penulis kondang asal AS, bahwa “The key to successful leadership is influence not authority” (kunci kepemimpinan yang sukses tidak dipengaruhi oleh otoritas). Oleh karena itu atas amanah rakyat, tugas pemimpin-pejabat adalah panggilan, bukan pilihan. Ada dimensi spiritual di sana, yang menjadikan mereka “berhati hamba yang melayani”. *

  • Penulis, katekis  paroki di Kupang

Pos terkait