Yesus Dipersembahkan di Kenisah : Berharga di Mata Tuhan dan Sesama

IMG 20241231 WA0018

Hemat saya, ada beberapa pesan untuk orang tua dari puisi Kahlil Gibran di atas: Pertama, anak adalah titipan Tuhan. Kedua, orang tua wajib mendidik anak-anak yang Tuhan beri dengan penuh cinta. Ketiga, anak-anak perlu dididik untuk mengantisipasi masa depannya dengan satu kepastian bahwa nasib anak harus berbeda dengan nasib orang tua. Keempat, jangan perlakukan anak sebagai ‘dewasa mini’ dengan memaksakan pikiran sebagai orang tua. Biarlah anak-anak belajar sesuai tahapan kehidupan mereka. Mereka dibimbing untuk menemukan jati diri mereka, berkembang sesuai keunikan dan bakat yang mereka miliki, dan menjadi manusia mandiri dalam segala hal. Kelima, orang tua harus rela sebagai masa lalu. Anak adalah masa depan. Seperti busur, tertinggal setelah melengkung dan melesatkan anak panah ke depan. Keenam, kualitas kehidupan anak harus lebih baik dari kita. Mereka harus lebih sukses dari kita. Ketujuh, jalani tanggung jawab sebagai orang tua dengan penuh kegembiraan, sukacita dan syukur.

Dari apa yang dikatakan di atas, apa artinya Yesus dipersembahkan di Kenisah? Kehadiran Simeon dan Hana memberi arti penyempurnaan atau memberi arti persembahan Yesus di Kenisah. Bagi kedua orang tua ini, kehadiran Yesus di Kenisah adalah pemenuhan janji keselamatan yang diwartakan kepada bangsa Israel.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Simeon begitu berbahagia bahwa masa penantiannya telah terpenuhi, maka dia menyatakan kesiapannya untuk pergi. Dan Hana yang sudah menjadikan Bait Allah sebagai rumahnya, menghaturkan syukur dan berbicara tentang ‘Anak’ itu kepada orang banyak. Dan Simeon lagi; dia meramalkan ‘Anak’ itu menjadi pokok pertengkaran dan suatu pedang akan menembus jiwa Maria. Ramalan Simeon ini terarah kepada penyempurnaan penyembahan Yesus di Kayu Salib nanti.

Pos terkait