Apa arti persembahan Yesus bagi kita? Kita semua adalah pengikut Kristus. Kita semua dipersembahkan kepada Allah sewaktu kita dibaptis. Sebagai orang yang sudah dipersembahkan kepada Allah, persatuan hidup kita dengan Kristus, diperbarui terus-menerus. Persatuan ini diteguhkan melalui Sakramen Penguatan dan memperoleh kekuatan yang baru setiap hari melalui Sakramen Ekaristi. Kalau kita memutuskan hubungan kita dengan Kristus, maka akan dipulihkan dengan dan melalui Sakramen Tobat. Manusia datang dari Allah dan pada waktunya akan kembali kepada Allah melalui Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
Setiap tanggal 2 Februari, selain umat Katolik merayakan Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah, juga ditetapkan sebagai Hari Doa Sedunia untuk Hidup Bakti; atau hari para Imam, biarawan – biarawati. Disebut Hidup Bakti karena tujuan hidup mereka dibaktikan secara khusus hanya kepada Allah.
Mengucapkan kaul adalah satu pernyataan bahwa mereka mau mempersembahkan hidupnya bagi Allah dan kerajaan-Nya. Hidup mereka dibaktikan kepada Allah demi kemuliaan Allah, juga demi keselamatan sesama. Mereka tinggal di tengah dunia tetapi bukan milik dunia.
Di Kabupaten Manggarai, tepatnya di Kecamatan Ruteng; Desa Poco Likang – Kuwu; ada satu rumah biara yang disebut Novisiat Sang Sabda Kuwu. Gedung rumah itu dikelilingi tembok. Masyarakat sekitar: Bahong, N’Terlango, Cireng, Waembeleng, Tetewar, Kakor, menyebutnya one. Kadang mereka mengekspresikannya dalam kalimat demikian: Ami misa one Novisiat Kuwu; yang artinya kami misa di dalam Novisiat Kuwu. One ini bisa jadi disebut demikian, karena orang-orangnya tinggal di dalam rumah yang dikelilingi atau dipagari tembok.







