Hemat saya, one bisa juga mengandung arti kiasan. Kami yang tinggal di dalam rumah ini adalah orang dalam; orang yang tinggal di dalam biara: dibedakan dengan orang luar, yang bukan orang biara. Di tempat saya (Timor, TTU, Miomaffo, Eban); orang biasa beri nasihat kepada orang biara, demikian: ‘kamu yang sudah di dalam biara, jangan keluar lagi’.
Juga di Novisiat Kuwu ini, setiap tahun pada awal Bulan Agustus, calon-calon bersama keluarga dan orang tua serta beroto-oto (berkendaraan) keluar masuk novisiat; antar anak masuk biara. Ada calon yang masuk dengan setengah hati; ada yang masuk karena dorongan orang tua; dan juga ada yang memang masuk dengan rencana untuk keluar.
Memang tidak mudah untuk hidup membiara, sehingga ada yang badannya di dalam biara, tetapi hati dan pikirannya ada di luar. Tipe orang semacam ini, yang sering kelihatan di luar novisiat baik siang maupun malam. Atau ada dalam biara, tetapi gaya hidup seperti orang di luar biara. Orang-orang ini, sering diketemukan, dilihat berada di tempat dan waktu yang salah.
Kepada para novis khususnya yang berada di Novisiat Kuwu dan mungkin juga yang berada di biara-biara yang lain, saya hanya mau katakan begini: ‘Anda boleh berbangga saat keluar, pada waktu yang salah; di saat yang tidak tepat; pada kesempatan yang sempit; tanpa diketahui oleh siapapun, termasuk pimpinan atau pembina; tetapi pada saat yang sama, anda sedang dan sementara menipu diri sendiri, menipu orang tua, menipu para pembina dan terlebih lagi menipu Tuhan; tanpa sadar anda sementara membangun kemunafikan dalam diri anda sendiri.







