Drs. Mesakh Amalo: Jangan Buat Orang Susah

mesakh amalo6

Pada masa tuanya, sosok yang sangat terkenal dengan sikap dan karakter kepemimpinan itu tinggal bersama istrinya di rumah tua mereka di Jalan Kemuning No. 1 Naikolan, Kota Kupang. Ruas jalan di samping rumahnya bopeng dan berlubang. Sudah lama tidak tersentuh aspal. “Waktu peresmian Kantor Gubenur (Kantor Gubernur NTT di Naikolan-Pen), Pak Walikota ketemu ibu. Dia bilang, ibu… kasih tahu bapak, jalan di samping rumah akan segera diperbaiki. Tidak tahu kapan perbaiki,” kata Mesakh Amalo di rumahnya, Sabtu (12/3/2016) pagi.

Nama Mesakh Amalo memang sangat familiar di telinga staf pemerintah di lingkungan Setda NTT dan Pemkot Kupang, juga warga Kota Kupang pada era 1970-an sampai 1990-an. Dia jadi demikian kondang tidak sekadar karena menjadi orang pertama yang memimpin Pemerintah Kota Administratif (Kotif) Kupang, yang kemudian berkembang terus menjadi Kotamadya dan Kota Kupang sekarang. Nama ini jadi pesohor terutama karena  sikap, pandangan hidup dan pendiriannya yang tidak mudah goyah dan oleng. Betul, nama Mesakh Amalo tidak bisa dilepaspisahkan dari titian sejarah Pemerintahan Kota Kupang dan rakyat Kota Kupang.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam ihwal mengenai karakter, Mesakh Amalo tampil beda. Di mata orang lain mungkin tidak popular. Itu misalnya menyata ketika dengan penuh kesadaran dia minta pensiun dini dari PNS pada tahun 1994. Waktu itu posisinya sebagai Asisten 1 Setda NTT dengan  umur 52 tahun.

Ketika menceritakan alasannya pensiun dini, mata Mesakh Amalo ‘menyelam’ jauh ke  ke masa-masa sulit ketika Provinsi NTT masih tiarap merangkak tapak demi tapak di awal tualangnya. Mesakh Amalo sesungguhnya pegawai Depdagri pusat setamat dari Fakultas Sosial Politik Universitas Gajah Madah tahun 1966. Beberapa saat kemudian, dia diminta kembali ke NTT. Makanya dia  tahu benar seperti apa kondisi NTT kala itu.

Pos terkait