
Yang menarik juga adalah perebutan aset PDAM antara Pemkab Kupang dengan Kota Kupang. Apa solusi paling baik?
Bank NTT bisa buka usaha di Surabaya atau tidak? Namanya usaha kan bisa di mana-mana. Pemerintah kabupaten bisa buka usaha di Kota Kupang, sebaliknya juga Kota Kupang bisa buka usaha di kabupaten. Dalam usaha penyediaan air, Pemkot Kupang silahkan buka usaha baru, tawarkan harga dan pelayanan kepada masyarakat. Silahkan bersaing, mana yang terbaik itulah yang akan dipilih masyarakat. Rumah saya di Walikota dulu pake PDAM Kabupaten Kupang. Tetapi karena pelayanan tidak betul-betul, saya kasih putus dan ganti ke PDAM Kota Kupang. Tidak perlu rebut aset PDAM. Aset PDAM Kabupaten Kupang, biar saja kabupaten yang urus. Ahok saja bisa pindahkan penghuni Kalijodo, masa beberapa puluh KK di Kolhua tidak bisa? Ada penolakan itu biasa, tetapi karena pemerintah siapkan rumah susun yang lebih baik dan nyaman, mereka mau pindah juga. Tergantung pendekatan pemerintah. Prinsipnya jangan korbankan rakyat. Karena pemerintah kan bertujuan sejahterakan rakyat. Masalah Kota Kupang belum sama dengan Jakarta. Jakarta saja Ahok bisa selesaikan, masa Kupang tidak bisa? Apa Ahok perlu datang ke Kupang?
Sosok pemimpin di Kota Kupang kira-kira seperti apa?
Pertama harus konsisten. Kalau sudah keluarkan peraturan daerah, ikuti aturan itu. Kalau ada kawasan sudah ditetapkan jadi jalur hijau, ya harus ikuti sehingga betul-betul jadi jalur hijau, jangan ubah lagi. Kedua, gunakan pendekatan kultural dalam membangun. Masyarakat perlu didekati dengan pendekatan kultural, jangan pendekatan kekuasaan semata. Ketiga, pemimpin itu harus punya komitmen untuk bangun dan mengabdi masyarakat.







