Drs. Mesakh Amalo: Jangan Buat Orang Susah

mesakh amalo6

Menurut saya sama saja, tergantung pada orangnya. Jokowi, Ahok itu bukan birokrat, tetapi mereka sukses karena punya integritas moral, konsisten dan punya komitmen mengabdi rakyat. Jangan jadi pemimpin kalau hanya mau cari kedudukan dan posisi enak saja. Tetapi sekarang tergantung rakyat juga, karena dia yang pilih.

Bagaimana ceritanya sehingga dulu bapak menolak jabatan dan minta berhenti?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ada tour of duty. Saya tidak dapat jabatan, diminta jadi staf ahli. Staf ahli waktu itu bukan lembaga resmi, itu hanya dibuat-buat saja dan tidak ada kerjaan. Karena itu saya berhenti saja, itu lebih terhormat. Daripada frustrasi karena tidak ada kerja.

Maaf, boleh tahu mengapa Mesakh Amalo tidak diberi jabatan oleh Gubernur Herman Musakabe?

Tidak tahulah, jangan tanya saya, tanyakan kepada Herman Musakabe karena dia yang atur. Saya rasa seluruh pengabdian saya sia-sia. Saya jadi pegawai ketika umur NTT baru delapan tahun lebih. Kupang waktu itu tidak ada apa-apanya. Jalan aspal baru sampai di pertigaan Oesapa-Penfui. Ke Atambua itu jalannya berbatu. Hubungan ke seluruh daerah di luar Kupang putus. Kalau kita mau ke Flores harus tunggu Kapal Egon. Saya keliling Lembata, Adonara dan lain-lain. Belum ada lapangan terbang. Lapangan terbang baru ada setelah digerakkan El Tari. Sulitnya yang kita hadapi waktu itu. Nah, setelah enak, kita tidak dipakai. Saya rasa pengabdian saya sekian lama sia-sia, percuma saja.

Nama Mesakh Amalo kan sudah sangat tenar. Kenapa tidak terjun di politik?

Tidak ada bakat ke politik. Keluarga kami adalah keluarga birokrat, tidak ada yang tertarik ke politik.

Pos terkait