Infrastruktur itu semua pembangunannya kan dari pemerintah pusat melalui DAU-DAK itu. Tidak hanya di Kota Kupang, di semua kabupaten/kota semua dana pembangunan infrastruktur itu dibiayai pemerintah pusat. Lebih dominan dana dari APBN.
Saat menjabat dulu, seperti apa konsep pembangunan Kota Kupang?
Dulu ada perda tentang tata ruang. Kita bangun berdasarkan tata ruang itu. Seperti kawasan yang disebut Walikota sekarang, pembebasan lahan sudah kami lakukan dulu, sehingga peruntukan di kawasan itu terarah, teratur. Dana pembebasan lahan itu dari pemerintah provinsi pada zaman Gubernur Ben Mboi. Kalau provinsi tidak bantu, saya yakin kawasan Walikota sekarang ini tidak seperti sekarang. Kupang kan hanya kota administratif saja waktu itu. Kalau provinsi tidak bantu dana, banyak kawasan tidak bisa dibebaskan. Pembangunan jalan juga bantuan dari pusat. Dulu itu ada program yang namanya IPJK (Inpres Penunjang Jalan Kabupaten). Kota Kupang juga dapat jatah. Dengan dana itu kita buka daerah baru.
Apa komentar Bapak melihat aparat Pemerintah Kota Kupang sekarang?
Dari sisi pelayanan kemasyarakatan sudah cukup bagus. Banyak urusan administrasi sekarang mudah dan cepat. Yang belum memang kebutuhan atau pelayanan dasar masyarakat seperti air minum. Air benar-benar masalah bagi warga Kota Kupang. Bendungan Kolhua sebenarnya solusi yang bagus mengatasi air bersih di Kota Kupang. Sekarang macet, berarti pendekatan pemerintah yang belum tepat dan bisa diterima masyarakat. Masa hanya beberapa puluh KK saja tidak bisa atasi? Jadi tergantung bagaimana pendekatan pemerintah meyakinkan masyarakat.







