Pupuk
Tahun 2024 silam pada musim tanam kedua (MT2), hasil panen dari 90 are mencapai 3 ton lebih. Masih terkendala air. Namun pada musim tanam pertama, panenan selalu berlimpah.
“Bisa mencapai 7 hingga 10 ton gabah. Pada umumnya hasil panen masih mencukupi untuk dikonsumsi, selebihnya akan dijual. Pemasarannya masih di dalam daerah Malaka,” kata Nando.
Dia mengaku hasil panen juga tergantung pada pupuk. Sesuai prosedur, pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali. Pupuk yang sering digunakan ada dua jenis, yakni urea dan NPK. Dua jenis pupuk ini digunakan semua petani di Kabupaten Malaka. Sejumlah petani juga masih menggunakan pupuk ZA, pupuk SP dan pupuk organik.
“Untuk sementara sudah dua kali pemupukan. Pertama dua karung, dan pupuk kedua empat karung. Pemupukan pertama menggunakan pupuk urea. Dan kedua pupuk NPK,” kata Nando.
Pupuk urea berfungsi untuk memicu pertumbuhan vegetatif; pertumbuhan batang dan daun. Lalu pupuk NPK berfungsi untuk proses generatif; meningkatkan perkawinan, sehingga bulir atau buah bagus dan anakan pun bertambah.

Sebagai petani milenial, Nando tergabung dalam kelompok tani (Poktan) di desa setempat. “Kelompok kami namanya Kelompok Tani Efata 2. Status saya sebagai sekretaris,” sebut Nando.
Kelompok tani dibentuk untuk bisa mendapat bantuan pupuk secara merata. Selain itu, para petani pun dapat dikontrol pemerintah untuk bisa diperhatikan kebutuhan secara menyeluruh.







