Pupuk Subsidi Tembus Pelosok Desa, Pacu Petani Milenial di Batas Negeri

nando1
Nando Nahak membersihkan gulma pengganggu tanaman padi di lahan sawahnya, Sabtu (22/2/2025). (foto : yos seran)

Setiap anggota kelompok wajib mendapat pupuk bersubsidi melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sudah diatur pemerintah. Untuk itu, petani diwajibkan bergabung dalam poktan.

Selain mendapatkan pupuk subsidi dari kelompok, para petani juga membeli tambahan pupuk yang dijual di toko atau pengecer di Malaka. Harga pupuk berbeda-beda. Jenis pupuk urea 50 kg Rp 260.000, dan pupuk NPK 50 kg Rp.140.000.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Pupuk bersubsidi dibagi sesuai dengan luasan lahan masing-masing petani. Proses pemupukan pertama pada umur 10-14 hari pasca tanam. Pemupukan kedua 28 atau 30 hari pasca tanam. Lalu pemupukan ketiga lihat dari kondisi padi. Tetapi wajib dilakukan tiga kali untuk meningkatkan bahan makanan,” jelas petani milenial itu.

Menurutnya, proses pertumbuhan padi juga bergantung pada penyemprotan insektisida. Ada dua kunci untuk mencegah hama. Pertama, insektisida kontak, dilakukan penyemprotan ketika ada gejala, sehingga setelah semprot tanaman langsung segar atau sembuh.

Kedua, insektisida sistemik, dilakukan penyemprotan seperti vaksin. Pasca semprot, selama 14 hari tanaman akan aman karena terlindungi dari serangan hama.

Ada kelemahan dari para petani saat melakukan penyemprotan, karena hanya berlakukan insektisida kontak. Sehingga pasca semprot, dua atau tiga hari kemudian, hama kembali menyerang tanaman padi.

“Saya kadang pakai obat atau pupuk selalu mensosialisasikan kepada para petani yang lahannya ada di sekitaran sini agar mengikuti metode yang benar,” ungkap Nando percaya diri.

Pos terkait