Dua jenis pupuk bersubsidi tersebut disalurkan ke petani di 12 kecamatan yang ada di Malaka sesuai dengan luasan lahan masing-masing kecamatan. Pasokan pupuk yang terus meningkat signifikan mampu menghidupi masyarakat di Kabupaten Malaka, dan tentunya akan berkelimpahan pangan.
Peningkatan pasokan pupuk untuk petani setiap tahun dapat meningkatkan ketersediaan pangan sehingga masyarakat tidak mengalami krisis pangan.
Tahun 2022-2023 pada musim tanam pertama dan musim tanam kedua, luasan lahan yang dioptimalkan petani sebesar 5.884 hektar dari 6 kecamatan, 32 desa. Hasil panen mencapai 35.179 ton gabah, dikonversi jadi beras sebanyak 22.072 ton beras.
Meskipun demikian, petani di Malaka terus bekerja meningkatkan pangan di wilayah perbatasan negeri demi menjawabi swasembada pangan nasional yang digaungkan presiden Prabowo Subianto. (*)







