Dukungan Pemerintah
Pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan memberi perhatian penuh terhadap petani di wilayah Kabupaten Malaka, karena dengan ketersediaan pupuk untuk petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah perbatasan.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Malaka, drh. Januaria Maria Seran mengaku, di wilayah Kabupaten Malaka ada kelompok tani yang bisa panen menembus dua ribu lebih ton gabah kering. Jumlah keseluruhan kelompok tani di Malaka sebanyak 291 kelompok tani dari 6 kecamatan.

“Harga per gabah kering dijual dengan Rp. 5.500/kg. Dari sebelumnya dijual kepada ijon dengan harga Rp. 3.500/kg. Petani tidak bisa hidup kalau diperlakukan seperti itu. Untuk itu, pemerintah terus mengontrol harga gabah petani agar tidak dipermainkan,” ujar Januaria tegas.
Sementara itu, setiap tahun pupuk urea dan NPK subsidi yang dialokasikan masuk ke Kabupaten Malaka tak kurang ribuan ton. Tahun 2020 Malaka mendapat pasokan pupuk bersubsidi sebanyak 1.915 ton. Hingga tahun 2024, pasokan pupuk yang disalurkan ke Malaka kian meningkat. Pupuk urea sebanyak 2.644 ton, dan pupuk NPK sebanyak 3.500 ton. Total penyaluran pupuk subsidi yang diintervensi pemerintah untuk petani di Kabupaten Malaka pada tahun 2024 sebanyak 6.144 ton.
“Pemerintah terus lakukan intervensi agar petani bisa meningkatkan produktivitas pertanian untuk ketersediaan pangan di wilayah perbatasan,” ungkap Januaria.







