Sarjana Komputer Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Sayur

malaka1
Viky Rikho (foto: yos seran)

Setelah setahun menggarap lahan di Dusun Bateti A, Viky semakin terdorong untuk menggarap lahan yang lebih luas. Viky kemudian memilih berpindah ke lahan lain, di Dusun Kotafoun B, Desa Haitimuk.

Semangatnya terus terpatri. Lahan baru, menurutnya, sangat menjanjikan. Harapan itu terjawab setelah beberapa bedeng terbentang rapi ditumbuhi beberapa jenis sayuran.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Saat ini sudah puluhan bedeng sayur yang digarap di lahan baru itu. Ada bedeng berukuran 120 cm x 20 meter, beberapa bedeng berukuran 1 meter x 20 meter, semunya dipenuhi sayuran.

malaka4
Tanaman butuh pupuk untuk pertumbuhan (foto : yos seran)

Di Dusun Bateti A,  lahan yang diolah hanya enam bedeng. Setiap bedeng ditanam 270 anakan lombok dan 100 paria. Hal ini berbeda dengan lahan garapan baru. Jumlahnya lebih banyak.

Viky yakin, dengan perawatan maksimal hasil tidak mengkhianati kerja kerasnya. Ia percaya pada sabda leluhur, barang siapa yang menanam ialah yang akan menuai.

“Setelah saya panen kangkung, hasil penjualan saya pakai beli bibit lombok dan bibit paria, ditambah obat-obatan dan pupuk,” jelas ayah tiga anak itu.

Viky mengaku, tujuan mengoptimalkan lahan warisan orangtuanya tidak hanya menumbuhkan ekonomi keluarga, tetapi juga membangun relasi sosial yang kuat dengan masyarakat di sekitar.

“Saya bantu juga masyarakat yang tidak mampu. Mereka butuh, saya biarkan mereka ambil sendiri di kebun untuk dikonsumsi,” ungkap Viky.

Viky  mengakui, semua jenis sayuran yang ditanam, selain karena dorongan semangat dan kerja kerasnya, tapi juga berkat dukungan beberapa jenis pupuk seperti pupuk MPK, urea, dan pupuk organik cair (POC). Dengan pemakaian pupuk, tanaman terawat dan dilindungi dari segala jenis hama. Sayur pun tumbuh subur.

Pos terkait