Setiap tahun, pupuk Indonesia (jenis urea dan MPK) bersubsidi yang dialokasikan masuk ke Kabupaten Malaka tak kurang ribuan ton. Untuk tahun 2024, sebanyak 6.144 ton.
Jumlah persediaan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani di Kabupaten Malaka masih kurang dibandingkan dengan 11.053 (irigasi dan non irigasi) hektar lahan pertanian yang membentang luas di wilayah Kabupaten Malaka.
Viky mengaku, usaha di bidang pertanian ini pun sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama terkait ketahanan pangan di wilayah perbatasan seperti Malaka dan Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak sekolah.
“Program Presiden itu sangat baik karena dampaknya sampai masyarakat kecil seperti para petani. Karena itu program dari presiden harus ditangkap,” kata Viky.
Viky mengajak semua masyarakat Kabupaten Malaka, terutama kaum milenial, agar jangan malu untuk bertani. (*)







