Apakah Engkau Bahagia?

JOHN NABEN1

Hal ini bukan berarti Yesus menantang kekayaan, kesenangan, dan barang-barang jasmani. Yang ditentang Yesus ialah kebahagiaan yang dicari secara salah, yakni dengan cara menindas dan memeras orang-orang kecil, seperti yang dilakukan oleh para pemimpin Yahudi.

Yesus mengatakan berbahagialah orang miskin, tetapi Yesus tidak bermaksud mendirikan satu kerajaan untuk atau bagi orang miskin. Kebahagiaan sejati hanya ada pada Allah. Ucapan berbahagialah orang miskin merupakan satu ungkapan yang langsung dapat dimengerti oleh orang-orang Yahudi dan juga kita paham maksudnya secara spiritual.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Orang miskin dikatakan berbahagia karena mereka adalah orang-orang yang dekat pada Allah. Dan itulah kekayaan sejati yang membawa kebahagiaan yang benar. Hal ini dapat terjadi karena Kerajaan Allah, sesungguhnya sudah ada di tengah dunia dalam pribadi Yesus; Allah yang menjelma. Untuk masuk ke dalam kerajaan ini, manusia tidak perlu membawa serta barang-barang duniawi tetapi cukuplah membawa hati. Sebab, kebahagiaan yang sesungguhnya terletak pada hati, yang dekat pada Allah. Kalau kita hidup bersama Yesus, maka Yesus akan membawa kita ke hadapan Bapa-Nya.

Kabar Gembira Yesus Kristus memang disampaikan kepada semua orang tanpa kecuali; baik yang kaya maupun yang miskin. Tetapi rupanya orang miskinlah yang akan lebih mudah menerima Kerajaan Allah, karena dalam kemiskinannya, hati mereka sungguh terbuka terhadap kehendak Allah. Maka kebahagiaan bukan terletak pada barang yang kita miliki melainkan pada status kita sebagai anak-anak Allah.

Pos terkait