Kita semua bukan orang kaya; kita hidup seadanya saja. Tetapi kalau tidak sembahyang; tidak tahu mengucap syukur atas rahmat pemberian dari Tuhan; kita miskin dua kali lipat, yakni miskin barang duniawi dan menjauh dari Allah.
Empat ucapan celaka oleh Penginjil Lukas diimbangi dengan empat ucapan bahagia, mengingatkan kita bahwa biar miskin, biar lapar, biar menangis, biar dicela (dianiaya, dibenci) tetapi jika berada bersama Allah, maka kita akan disapa sebagai orang-orang yang paling berbahagia oleh Yesus.
Sebaliknya, celakalah kamu yang kaya, yang kenyang, yang tertawa, yang dipuji, sebab kamu akan menderita, menegaskan kepada setiap kita bahwa mereka yang dikecam itu, hanya akan mengalami kebahagiaan selama masih ada di dunia. Sesudah hidup ini beralih, sesudah tenda kediamannya dibongkar, yang ada hanya penderitaan; karena selama hidup, mereka tidak peduli akan Tuhan dan sesama.
Sebab itu, biar miskin atau biar sederhana kita akan tetap merasa bahagia, karena Tuhan sendirilah yang menjadi kekayaan kita, yang membawa kebahagiaan sekarang dan nanti dalam hidup abadi.
- Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Novisiat SVD Kuwu, Manggarai






