Semua yang dianggap murid, yang disembuhkan, yang diberi makan, ada di mana saat Yesus ditangkap, disiksa, dihujat, dicambuki dari taman Getzemani sampai puncak Golgota? Simon dari Kirene, kebetulan lewat di situ dan harus ditarik paksa untuk membantu Yesus. Veronika, selama pelayanan Yesus dihadapan publik tidak disebutkan namanya. Keduanya menjadi ‘asing’ bagi Yesus. Simon mungkin tidak mengenal nama Yesus. Simon juga pasti aneh melihat Yesus dengan keadaan-Nya yang sangat sengsara. Dalam situasi itu, Simon meminjamkan bahunya untuk memikul salib Yesus karena merasa iba dengan Yesus, si orang asing itu. Juga Veronika, perempuan berani, yang menerobos kerumunan orang banyak, para serdadu, para pemimpin Yahudi dan perempuan lainnya. Veronika meminjamkan sapu tangannya untuk hanya mengurangi keringat dan peluh darah yang menetes dari wajah Yesus.
Tindakan Simon dari Kirene dan Veronika, boleh tidak berarti bagi kita, tetapi bagi Yesus, sungguh sangat luar biasa. Pelayanan tulus yang selama ini Yesus berikan kepada mereka yang lain, dibalas oleh orang lain, yang luput dari perhatian Yesus selama berkarya.
Kita juga mengalami hal ini dalam kehidupan kita. Dalam banyak kesempatan, tangan kita terbuka untuk orang yang kita sebut sebagai teman, sahabat, keluarga, adik, kakak atau saudara-saudari, entah se-darah, se-kampung, se-desa, se-negara ataupun se-paroki. Banyak tenaga, waktu, pikiran, materi (uang atau barang), yang telah kita berikan, namun saat susah, sakit dan menderita, bukan mereka yang pernah kita tolong atau yang kita bantu, yang bergegas menolong kita melainkan orang asing, orang lain yang membantu, yang mungkin juga kita tidak kenal. Maka, tindakan kedua figur ini (Simon dari Kirene dan Veronika), mengajarkan kepada kita, untuk tidak pernah bosan menolong orang lain dengan tulus dan melayani dengan hati seperti Yesus. Jangan ragu berkorban dan berbuat baik kepada orang lain, entah itu dikenal ataupun tidak dikenal. Bantuan yang tulus tidak memandang sahabat atau lawan, teman atau orang asing. Bisa jadi Allah menyamar, Yesus hadir dalam diri saudara-saudari kita itu. Bantuan yang tulus juga tidak menuntut balasan. Seperti Yesus, yang berbuat baik, tidak dibalas oleh mereka yang setiap hari berada bersama-Nya, tetapi dari Simon dan Veronika di jalan penderitaan-Nya. Maka, ketika berbuat baik, jangan berpikir siapa yang akan menolong atau membantu di saat susah, percayalah bahwa Tuhan telah menyediakan penolong bagimu.







