Maka hemat saya, pesan Yesus kepada wanita-wanita Yerusalem adalah pesan yang kuat tentang pentingnya bertobat, memilih jalan keselamatan, dan berbelas kasihan pada diri sendiri dan keluarga. Penderitaan duniawi akan jauh lebih besar daripada penderitaan-Nya, dan dengan bertobat, kita dapat menghindari kehancuran yang akan datang.
Oleh karena itu, pada saat penghormatan salib, kita akan melihat pengorbanan Kristus yang amat mencintai kita. Kristus yang mau menyerahkan hidup-Nya demi keselamatan kita. Kristus yang juga hadir dalam diri pribadi-pribadi yang mengasihi kita secara tulus: keluarga, pasangan hidup, orang tua, anak, saudara/i kita. Mereka yang juga mau memberikan tenaga, waktu, pikiran, perasaan, harta benda, bahkan segala yang ada pada diri mereka. Sudahkah kita menyadari pengorbanan mereka dan sungguh-sungguh menghormati mereka? Tidak sedikit dari kita yang berubah menjadi pribadi yang lebih baik, pada saat kita mau mengemban tanggung jawab sebagai seorang suami/istri/orang tua/ dan anak.
Maka pada saat prosesi penyembahan salib, saya mengajak anda untuk bukan sekedar menghormati salib Tuhan, tetapi juga mengungkapkan rasa syukur atas pengorbanan anggota keluarga masing-masing. Jangan tangisi derita Tuhan, tetapi tangisi keluh kesah bapak dan mamamu yang kurang dihargai selama ini, pasanganmu (entah suami, entah istri) yang tulus mengasihimu dan kamu telah menghianatinya, tangisi anak-anak yang telah Tuhan titipkan dan kamu tidak berlaku baik sebagai orang tua (bapak dan mama), tangisi perilaku buruk yang telah kamu lakukan untuk saudara/Imu, teman atau sahabat, yang ketika kamu butuh bantuan dan pertolongannya, kamu mengasihinya dan sesudah itu kamu lari dan menjauh darinya (sandingkan dengan kasih tulus Simon dari Kirene & Veronika), yang mungkin selama pelayanan Yesus mereka luput dari perhatian Yesus, atau balasan kebaikan dari Allah kepada Yesus, karena telah berbuat baik kepada orang lain, dan kini Yesus mendapat balasan kasih dari mereka berdua.







