Ada orang pintar dan pandai. Ada orang beriman dan saleh. Ada orang yang memiliki karunia untuk menyembuhkan. Ada orang yang bisa membeda-bedakan roh. Ada orang yang bisa membuat mukjizat dan ada orang yang bisa berbicara dalam bahasa roh.
Hidup manusia sudah diatur sedemikian bagus, yang satu berbeda dengan yang lain, sehingga manusia tetap ada hubungan satu dengan yang lain; yang satu membutuhkan yang lain.
Kalau semua jadi pejabat, siapa yang perlu diatur? Kalau semua jadi imam, biarawan/i, siapa yang perlu dilayani? Kalau semua orang menjadi pedagang, kepada siapa barang-barang kita akan dijual? Kalau semua jadi guru, siapa yang perlu diajar? Dan kalau semua mau bekerja di sekolah atau di kantor, siapa yang jadi petani untuk memberi kita makan?
Tuhan yang maha bijaksana itu, telah mengatur bahwa hidup manusia tidak sempurna, sehingga manusia itu bisa saling melengkapi. Manusia itu punya kelebihan dan kekurangan, sehingga terjadilah hubungan timbal-balik antara manusia; yang satu membutuhkan yang lain, sehingga hidup ini menjadi indah dan menyenangkan.
Hidup kita manusia sudah diatur oleh Tuhan begitu bagus, tetapi seringkali disalah-gunakan oleh manusia itu sendiri. Bakat dan anugerah khusus yang diterima dari Tuhan bukan digunakan untuk melayani sesama, tetapi menjadi satu kesempatan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Banyak orang yang berpenghasilan cukup, yang merasa bahwa keberhasilan itu adalah hasil usaha sendiri, karena itu dia pantas berfoya-foya, serentak menutup mata terhadap orang yang berkekurangan.







