Untuk mengundang Yesus dan Maria, kita harus memiliki karunia doa. Berdoa dalam keluarga atau datang ke Gereja pada Hari Minggu. Banyak orang sudah kehilangan karunia doa itu. Dan sibuk dengan urusan duniawi atau merasa tidak membutuhkan Tuhan lagi.
Kalau kita semua memiliki karunia doa, maka dunia dan hidup kita akan terhindar dari kekacauan karena Tuhan selalu diikut-sertakan dalam ziarah sepanjang hidup di dunia.
Tuhan yang mahabaik itu telah membagikan kebaikanNya melalui karunia yang berbeda-beda kepada masing-masing kita. Ada karunia untuk mengajar, ada karunia untuk menyembuhkan orang sakit, ada karunia iman, ada karunia berdoa, ada karunia untuk melayani, ada karunia untuk menolong sesama, juga ada karunia untuk mampu melihat kekurangan sesama.
Karunia-karunia ini diberikan kepada kita, agar kita bisa saling menolong dalam hidup ini. Tuhan begitu kaya dan berlimpah-limpah kebaikanNya. Sekarang ini, Tuhan memakai kita dengan memberikan kekayaan karuniaNya kepada kita.
Semoga Tuhan yang kita imani, menolong dan membantu kita untuk memanfaatkan karunia-karunia kita demi dan untuk kebahagiaan sesama. Dan semoga oleh bantuan Ilahi, kita tidak kekurangan anggur dalam menapaki Tahun Yobel; Tahun Pembebasan; juga Tahun Ekaristi Transformatif ini. *
- Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Manggarai







