Genta Belis, Sebatas Utopia?

kanis lina bana

Kerja sama dengan elemen penggerak literasi dan penulis lokal  tersebut amat penting agar Genta Belis menjadi proyek bersama demi meningkatkan semangat membaca dan menulis di NTT.  Agar Genta Belis memiliki arah, sasaran,  dan target. Jika sebatas himbauan dan mengandalkan para pengajar di sekolah, hemat saya kurang efektif. Sebab  para guru di sekolah-sekolah sudah dibebani sejumlah tugas dan tuntutan administrasi yang kadang melelahkan.  Akibatnya perhatian untuk aktualkan Genta Belis   semakin berkurang.

Selain itu,  di tingkat MKKS, perlu terobosan baru yang digagas PPO NTT. Tidak  sebatas  siswa-siswi, tetapi juga para guru-gurunya. Aplikasi P5 tidak sebatas pamer produk, lomba pentas, tetapi  perlu dilombakan produk literasi.  Atau sejumlah hasil karya literasi yang dilombakan setiap Bulan Mei di tingkat MKKS dihimpun, diverifikasi selanjutnya  diterbitkan. Terutama produk lomba yang menurut penilaian juri memenuhi standar kriteria.  Aksentuasi  demikian memicu semangat dan gairah setiap lembaga untuk membumikan Genta Belis itu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Jika   Genta Belis masih sebatas  tabur usul dan stimuli terbatas, maka  kegiatan tersebut  tidak lebih, meminjam Ebiet G Ade, hanya mimpi di atas mimpi. Genta Belis pun hanya jadi utopia. Jangan ah… (*)

 

  • Penulis pegiat literasi, anggota PPMN Manggarai Timur

 

Pos terkait