Santo Yosef Freinademetz:  “Pergilah Dari Negerimu”

IMG 20241231 WA0018

Ada seorang imam misionaris asal Amerika Serikat, namanya Pater Nicholas Strawn, SVD; kelahiran Oelwein; Dubuque; tahun 1934; pada tahun enam-puluhan, dia diutus ke Indonesia dan menjadi imam misionaris di Pulau Lembata. Sekarang pada masa tuanya, Pater Nico, tinggal di Waikomo; tepatnya di Rumah Misi Lewoleba. Dan tahun 2025 ini P. Nico berusia 91 tahun.

Dalam SVD, ada satu majalah: SVD, Word In The World; dalam setiap terbitannya, ditulis tentang pengalaman dan karya misioner di salah satu wilayah, seperti Asia, Eropa, Afrika dan Amerika. Pada salah satu nomor majalah ini, saya membaca tulisan dari Pater Niko Strawn, SVD tentang pengalaman misionernya di Lembata. Dikisahkan bahwa pada saat motor laut berada antara Adonara dan Solor, muncul Pulau Lembata yang menjadi wilayah misinya. Waktu melihat keindahan Lembata dari kejauhan, dia berujar: ‘Tuhan, inilah negeri yang Engkau berikan kepadaku’.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dan salah satu bentuk pelayanan misioner di samping karya pastoral lain, yang dibuat Pater Nico ialah PAMIT yang artinya Pastoral Minum Tuak. Kata orang, kalau Pater Nico, SVD patroli dari satu stasi ke stasi yang lain, satu hal yang selalu beliau bawa selain bekal dan perlengkapan misa ialah tempurung kelapa; alat minum tuak, sebagai pengganti gelas/cangkir/sloki. Dan kalau bertemu orang yang bawa tuak atau kalau ada kelompok yang sedang duduk minum tuak, Pater Nico pasti ikut bergabung. Dia kemudian dijuluki dengan nama, Pater Konol. Ini satu contoh sederhana, tetapi punya makna. Ini juga merupakan satu gaya karya misioner, warisan St. Yosef Freinademetz, yakni menyatu dengan umat.

Pos terkait