Santo Yosef Freinademetz:  “Pergilah Dari Negerimu”

IMG 20241231 WA0018

Tampaknya, pernyataan ini tidak berlaku untuk Yosef Freinademetz. Dia sungguh mencari orang China, tanpa melupakan negeri asalnya. Hal ini tampak dari surat-surat kepada keluarga dan orang-orangnya di Tyrol sana.

Yosef Freinademetz hidup di akhir abad XIX dan awal abad XX. Semangat misioner Gereja masa itu ialah melenyapkan kegelapan dosa dan kebutaan manusia tak beriman; sebab di luar Gereja tidak ada keselamatan. Tujuan karya misioner pada masa itu, yang sudah dijalankan selama ratusan tahun adalah pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil, dan baptislah semua orang menjadi murid-Ku. Inilah syarat untuk memperoleh keselamatan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Corak karya misi SVD sejak tahun 2000 sampai saat ini ialah misi dialogal. Yosef Freinademetz pada tahun kejayaannya, belum mengenal spiritualitas beralih, belum mengenal matra khas SVD, belum mengenal catur dialog, belum mengenal budaya dan agama bangsa lain, belum mengenal inkulturasi. Freinademetz, pada zamannya, belum cukup mengenal misi dialogal, tetapi karya misionernya dijiwai oleh semangat misioner masa kini, yang ditetapkan dalam beberapa Kapitel General dalam SVD beberapa tahun terakhir.

Inti dari pelaksanaan karya misi dialogal ialah menghayati spiritualitas beralih. Beralih dari keyakinan, budaya dan agama sendiri akan bisa memahami keyakinan agama dan budaya lain. Menjalankan karya misioner berarti pergi meninggalkan – mewartakan. Konsekuensi dari tindakan pergi ialah meninggalkan.

Menjadi anggota SVD berarti harus siap untuk pergi ke mana saja, kita diutus oleh Allah dalam diri para pemimpin kita. Kesiapan ini harus disertai kerelaan untuk meninggalkan diri sendiri. Kegagalan dapat terjadi dalam hidup dan karya misi, karena orang tidak berhasil meninggalkan diri sendiri; meninggalkan gaya hidup, meninggalkan apa yang disenangi, meninggalkan rencana hidup.

Pos terkait